Perdalam Informasi, Tim Peneliti Umar Kayam Lakukan In-Depth Interview dengan BKN

Kontributor: M. Anfaul Umam (Kepala Subbagian Kerja Sama Luar Negeri, Bagian Hukum dan Kerja Sama)
Editor: Dewi Sartika (Kepala Bagian Hukum dan Kerja Sama, Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama)

Jakarta – Tim Peneliti Yayasan Umar Kayam melakukan wawancara mendalam secara daring dengan BKN pada Senin (6/7). In-depth interview bertujuan untuk memperdalam informasi yang telah diterima Tim Peneliti Umar Kayam dari BKN terkait isian kuesioner Indikator Kinerja Utama (KPI) Cetak Biru ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC) 2025 dan Penerapan Cetak Biru Komunitas Sosio-Budaya ASEAN (ASCC) 2025 Badan Sektor Kerja Sama kepegawaian ASEAN/ASEAN Cooperation on Civil Service Matters (ACCSM).

Cetak Biru ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC) 2025

Kegiatan pengisian kuesioner dan wawancara ini dilakukan dalam kerangka pelaksanaan Reviu Paruh Waktu/Mid Term Review (MTR) Nasional Cetak Biru Pilar Sosial Budaya ASEAN 2025 sebagaimana mandat Cetak Biru Pilar Sosial Budaya ASEAN 2025 dan amanat KTT ASEAN ke-35. Merujuk deklarasi seluruh Pemimpin Negara ASEAN pada 2015, implementasi dokumen cetak biru dimulai sejak 2015 dan diproyeksikan berakhir pada 2025.

Wawancara diarahkan untuk mengkonfirmasi data output dan capaian implementasi program/kegiatan dalam Work Plan ACCSM dan ACCSM Plus Three 2016-2020 yang telah dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai representasi Indonesia untuk ACCSM. Konfirmasi menghendaki agar Tim Peneliti dapat mendapatkan gambaran yang jelas dan utuh atas kontribusi output dan capaian implementasi program/kegiatan rencana kerja lima tahunan ACCSM Indonesia terhadap output dan capaian Key Performance Indicator (KPI) Cetak Biru Masyarakat Sosial Budaya ASEAN 2025 yang terkait dengan Badan Sektor ACCSM di tingkat nasional.

KPI tersebut meliputi (1) meningkatnya keterlibatan, yaitu jumlah forum negosiasi dan kemitraan antara berbagai pemangku kepentingan di Indonesia yang mempromosikan inisiatif ASEAN; (2) meningkatnya kapasitas kelembagaan melalui kebijakan dan langkah-langkah/inisiatif-inisiatif di Indonesia yang meningkatkan kesadaran tentang pembangunan komunitas dan keterlibatan publik ASEAN; dan (3) terpelihara atau meningkatnya jumlah kegiatan litbang kolaboratif skala ASEAN, dalam penelitian, inovasi, dan pengembangan menuju terciptanya ASEAN yang inovatif dan responsif.

Sepanjang 2015-2020, ACCSM Indonesia telah menyelenggarakan beberapa program/kegiatan secara tepat waktu dan menjangkau penerima manfaat yang disasar. Tercatat pada 2017 ACCSM Indonesia menyelenggarakan Workshop of Talent Management for Senior Executive Services, 1-4 Agustus 2017 in Bogor yang menghasilkan Dokumen Draft of ASEAN Civil Service Talent Management Initiatives. Dokumen hasil workshop tersbut telah mendapatkan endorsement dari seluruh Negara Anggota ACCSM pada The Heads of Civil Service Meeting for the Nineteenth ASEAN Cooperation on Civil Service Matters (19th ACCSM), 25 October 2018, Singapore. Kegiatan lain dalam tahun yang sama adalah penyelenggaraan Workshop on Building ASEAN Civil Service Competency Platform and Performance Management System, 4-7 September 2017 in Cambodia, kolaborasi antara ACCSM Indonesia dengan ACCSM Cambodia.     

Pada 2018 hinggga 2020, ACCSM Indonesia melaksanakan program Establishment and Strengthening of ASEAN Pool of Experts on Civil Service. ACCSM Indonesia menyelenggarakan ASEAN Workshop on ASEAN Resource Center (ARC): ASEAN Pool of Expert on Civil Service (A-EXPECS), pada 18–21 September 2018 in Special Region of Yogyakarta pada 2018. Workshop menghasilkan Dokumen Rekomendasi Konsep ARC: A-EXPECS dan telah ditindaklanjuti dalam bentuk pembangunan aplikasi ARC: A-EXPECS. ACCSM Indonesia kembali menyelenggarakan The 2nd ASEAN Resource Center (ARC) Workshop & Launching: ASEAN Pool of Experts on Civil Service (A-EXPECS), 6-9 August 2019 in North Sumatera Province pada 2019. Selain launching aplikasi ARC: A-EXPECS tingkat ASEAN, Workshop juga menghasilkan Dokumen Rekomendasi Pengembangan Aplikasi ARC: A-EXPECS. Hingga sekarang, tindak lanjut rekomendasi tersebut masih terus berlangsung dan direncanakan pengembangan tahap ini akan tuntas sebelum 2 Agustus 2020, dan diharapkan akan dikembangkan lagi pada tahun-tahun mendatang.

Pembangunan dan pengembangan aplikasi ARC: A-EXPECS ditujukan untuk meraih berbagai manfaat strategis, yaitu (1) implementasi komitmen Indonesia terhadap ACCSM untuk membentuk suatu ASEAN Resource Center yang berfungsi sebagai center of excellence; (2) menghimpun pakar-pakar kepegawaian di ASEAN agar dapat menciptakan pakar-pakar lainnya/experts creating experts; (3) memastikan peran serta dan kontribusi nyata kaum cendekia ASEAN dalam memajukan ASEAN; (4) membantu meminimalisir gap pembangunan antar negara di kawasan ASEAN; (5) implementasi peran ACCSM sebagai lead untuk berkolaborasi dengan semua badan sektor di ketiga pilar ASEAN; (6) implementasi peran ACCSM dalam mewujudkan integrasi ASEAN; dan (7) membuktikan bahwa spirit ASEAN itu memang nyata, bukan sekedar slogan tanpa bukti.

Aplikasi berbasis web ini diharapkan dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh seluruh masyarakat ASEAN. Namun, sebagai permulaan, aplikasi hanya bisa diakses oleh ASN ASEAN. Sebagai pilot project, saat ini fokus utama area kepakaran aplikasi masih dibatasi pada sektor kepegawaian. Aplikasi diperkaya dengan berbagai pilihan fitur, meliputi fitur untuk mempublikasikan citra profil dan portofolio kepakaran experts/members; fitur untuk berbagi dan bertukar kepakaran; dan fitur untuk membangun jejaring antar sesama ASN di seluruh ASEAN. Aplikasi dapat diakses melalui link alamat accsm-indonesia.bkn.go.id

Ditugaskan sebagai narasumber BKN dalam wawancara tersebut adalah Kepala Subbagian Kerja Sama Luar Negeri pada Bagian Hukum dan Kerja Sama, Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja Sama. Penugasan ini berdasarkan tugas Subbagian Luar Negeri untuk menyiapkan bahan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kerja sama luar negeri, serta mengelola sistem informasi kerja sama luar negeri. Subbagian Kerja Sama Luar Negeri merupakan sekretariat tetap pengelolaan ACCSM. BKN sendiri telah memerankan fungsi focal point Indonesia untuk ACCSM sejak 1981.

 

0

User Rating: Be the first one !
Show More

Related Articles

Close