Bukan Sekedar Website Aplikasi

Jakarta – Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam kapasitas sebagai pumpunan (Focal Point) Indonesia untuk kerja sama kepegawaian ASAN/ASEAN Cooperation on Civil Serice Matters (ACCSM) menghadiri Rapat Reviu Konsultan Nasional Indonesia dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Mid Term Review (MTR) Nasional Pada Rabu dan Kamis (15-16/7) di Swiss-Belhotel Serpong, Tangerang Selatan. Rapat yang diselenggarakan oleh Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) selaku Koordinator Pilar Sosial Budaya ASEAN di tingkat nasional dilaksanakan secara luring (offline) dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Rapat dihadiri oleh pejabat/pegawai dari Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; Direktorat Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN, Kementerian Luar Negeri; Tim Peneliti Yayasan Umar Kayam; dan seluruh perwakilan K/L pumpunan Badan Sektor di bawah koordinasi Pilar Sosial Budaya ASEAN, termasuk BKN. Mewakili BKN dalam rapat tersebut adalah Kepala Bagian Hukum dan Kerja Sama dan Kepala Subbgaian Kerja Sama Luar Negeri.

Rapat bertujuan untuk melakukan reviu atas pelaksanaan kegiatan MTR yang tengah dilaksanakan oleh Yayasan Umar Kayam selaku konsultan MTR nasional. Rapat juga dimaksudkan untuk memberikan bimbingan teknis pelaksanaan MTR nasional kepada seluruh perwakilan Badan Sektor Pilar Sosial-Budaya ASEAN oleh perwakilan Sekretariat ASEAN.

Satu hal mengemuka dalam sesi diskusi bimbingan teknis ialah ketentuan mengenai bagaimana sebaiknya outcome/impact implementasi Cetak Biru Masyarakat Sosial-Budaya ASEAN 2025 diukur dan dilaporkan dalam kegiatan MTR nasional. Tim Peneliti Umar Kayam mengajukan pendekatan kualitatif untuk mengetahui kontribusi capaian outcome/impact implementasi program/kegiatan Work Plan Badan Sektor terhadap objectives Cetak Biru Pilar Sosial Budaya ASEAN 2025.

Pilihan tersebut berpijak pada rasionalitas mustahil dapat mengukur capaian outcome/impact hanya dalam waktu lima tahun dan mustahil dapat mencapai objectives Cetak Biru Pilar Sosial Budaya 2025 hanya melalui intervernsi program/kegiatan dalam Work Plan Badan Sektor. Pendekatan kualitatif akan ditempuh melalui wawancara mendalam kepada setiap badan sektor di bawah Pilar Sosial Budaya ASEAN guna penulisan Case Study dan Kisah Human Interest.

Kisah Human Interest adalah cerita naratif yang menceritakan kepada pembaca tentang perubahan yang dialami oleh penerima manfaat dari program/proyek atau kegiatan yang dilaksanakan oleh K/L Pumpunan Badan Sektor. Kisah perubahan relevan dengan lima tujuan/karakteristik Cetak Biru Pilar Sosial Budaya ASEAN 2025 yang mencakup Melibatkan dan Bermanfaat bagi Publik, Inklusif/Lintas Sektor, Keberlanjutan, Punya Daya Lenting, dan Dinamis.  yang akan ditulis adalah kisah individu, keluarga, dan komunitas.

Case Study adalah keberhasilan program/capaian program yang me- ngandung efektivitas, dan kesuksesan capaian, kemudahan dalam mengimplementasikan, serta potensi mudah direplikasi. Studi kasus akan relevan dengan 5 tujuan Cetak Biru Pilar Sosial Budaya ASEAN 2025, selaras dengan cita-cita ASEAN, dan Badan Sektor/Kementrian/Lembaga.

BKN mengusulkan implementasi program Establishment and Strengthening of ASEAN Pool of Experts on Civil Service yang menghasilkan aplikasi ASEAN Resource Center: ASEAN Pool of Experts on Civil Service (ARC: A-EXPECS) sebagai bahan Case Study Badan Sektor ACCSM Indonesia. Untuk bahan Human Interest, BKN mengusulkan Pemkab Kulonprogo dalam kerja sama dengan BKN pada saat penyelenggaraan Workshop ACCSM tahun 2018 di Daerah Istimewa Yogyakarta.

ARC: A-EXPECS merupakan aplikasi berbasis website untuk integrasi data pakar-pakar kepegawaian di ASEAN yang dapat diakses seluas-luasnya oleh masyarakat ASEAN. Aplikasi diperkaya dengan ragam fitur yang memungkinkan expert mempublikasikan citra profil dan portofolio kepakarannya. Selain itu, expert juga dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman kepakaran (sharing expertise) serta berinteraksi dengan sesama expert dan member (people to people connectivity) dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di seluruh Negara AESAN.

Implementasi program ARC: A-EXPECS memiliki berbagai kegunaan lain, yaitu:

  1. Realisasi implementasi komitmen Indonesia terhadap ACCSM untuk membentuk suatu ASEAN Resource Center yang berfungsi sebagai center of excellence;
  2. Menghimpun pakar-pakar kepegawaian di ASEAN agar dapat menciptakan pakar-pakar lainnya/experts creating experts;
  3. Memastikan peran serta dan kontribusi nyata kaum cendekia ASEAN dalam memajukan ASEAN;
  4. Membantu meminimalisir gap pembangunan antar negara di kawasan ASEAN;
  5. Realiasi implementasi peran ACCSM sebagai lead untuk berkolaborasi dengan semua badan sektor di ketiga pilar ASEAN;
  6. Realisasi implementasi peran ACCSM dalam mewujudkan integrasi ASEAN; dan
  7. Membuktikan bahwa spirit ASEAN itu memang nyata, bukan sebatas slogan tanpa bukti.

“Demikian, tidak berlebihan jika kemudian BKN berpandangan bahwa ARC: A-EXPECS bukan sekedar website aplikasi, melainkan harapan, dukungan, dan keniscayaan akan integrasi ASEAN. ARC: A-EXPECS merupakan persembahan Indonesia untuk ACCSM dan persembahan ACCSM untuk Masyarakat Sosial Budaya ASEAN,” ungkap Dewi Sartika, Kepala Bagian Hukum dan Kerja Sama.

Kontributor: M. Anfaul Umam (Kepala Subbagian Kerja Sama Luar Negeri, Bagian Hukum dan Kerja Sama)

Editor: Dewi Sartika (Kepala Bagian Hukum dan Kerja Sama, Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja Sama)

0

User Rating: 0.15 ( 3 votes)
Show More

Related Articles

Close