Berpijak pada Dua Mandat

Mengapa BKN harus bersusah payah membangun dan mengembangkan aplikasi ASEAN Resource Center on ASEAN Pool of Experts on Civil Service (ARC: A-EXPECS)?

Itu semua karena mandat. Betul sekali, mandat. Melansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, mandat adalah perintah atau arahan yang diberikan oleh orang banyak (rakyat, perkumpulan, dan sebagainya) kepada seseorang (beberapa orang) untuk dilaksanakan sesuai dengan kehendak orang banyak itu; kekuasaan untuk melakukan kewenangan kekuasaan dari suatu badan atau organ kekuasaan atas nama badan atau organ kekuasaan tersebut; instruksi atau wewenang yang diberikan oleh organisasi (perkumpulan dan sebagainya) kepada wakilnya untuk melakukan sesuatu dalam perundingan, dewan, dan sebagainya; surat perintah bayar; dan perwakilan atas suatu wilayah yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa; pemberian kekuasaan.

Maka BKN dalam kapasitasnya sebagai pumpunan/Focal Point Indonesia untuk Badan Sektor ASEAN Cooperation on Civil Service Matters (ACCSM) mendapatkan perintah, instruksi, kuasa, dan wewenang untuk membangun dan mengembangkan aplikasi ARC: A-EXPECS.

Lantas mandat dari siapa? Tidak tanggung-tanggung, BKN mendapatkan dua mandat sekaligus. Di taraf nasional, mandat berasal dari Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 53 Tahun 2020 tentang Sekretariat Nasional Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (The Association of Southeast Asian Nations).

Sebagai anggota Setnas ASEAN, BKN, sebagaimana Pasal 3, terlibat dalam penyelenggaraan fungsi pumpunan pada tingkat nasional; penyimpan informasi mengenai semua urusan ASEAN pada tingkat nasional; pengoordinasian pelaksanaan keputusan ASEAN pada tingkat nasional; pengoordinasian dan pemberian dukungan dalam persiapan nasional untuk pertemuan ASEAN; pemajuan identitas dan kesadaran ASEAN pada tingkat nasional; dan pemberian kontribusi pada pembentukan Masyarakat ASEAN. Aplikasi ARC: A-EXPECS dibangun dan dikembangkan BKN dilatarbelakangi oleh komitmen ACCSM Indonesia untuk berkontribusi pada pencapaian objectives Cetak Biru Masyarakat Sosial Budaya ASEAN (MSBA) 2025.

Sedangkan dalam konteks kerja sama kawasan Asia Tenggara, mandat datang dari  beberapa Deklarasi. Betulkah?

Kerja sama ASEAN menghadapi sejumlah tantangan, khususnya tantangan dan tuntutan untuk mewujudkan secara nyata ASEAN yang berpusat dan berorientasi pada rakyat. ASEAN yang semakin relevan dan bermanfaat serta mengakar dalam kehidupan rakyatnya.

Langkah strategis telah ditempuh oleh para Pemimpin Negara ASEAN salah satunya melalui “Kuala Lumpur Declaration on ASEAN 2025: Forging Ahead Together” tahun 2015 dengan mengadopsi Visi Masyarakat ASEAN 2025 dan Cetak Biru Masyarakat Sosial Budaya ASEAN, Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Masyarakat Politik dan Keamanan ASEAN.

Menindaklanjuti deklarasi tersebut, Kepala Negara ASEAN kembali mendeklarasikan “ASEAN Declaration on the Role of the Civil Service as a Catalyst for Achieving the ASEAN Community Vision 2025” tahun 2017. Melalui deklarasi ini, ACCSM mendapatkan mandat sebagai lead untuk berkolaborasi dengan seluruh badan sektor pada ketiga Pilar Masyarakat ASEAN guna merumuskan Work Plan bersama dan memastikan implementasi Cetak Biru Pilar Masyarakat ASEAN 2025.

Mandat lead tersebut karena sektor civil service diyakini merupakan tulang punggung utama pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik di ASEAN. Kepegawaian juga dipandang berperan kunci dalam mendorong pelayanan publik unggulan bagi masyarakat ASEAN, pembangunan nasional dan sosial, pengelolaan sumber daya publik secara bertanggung jawab; dan berperan kunci dalam mengantisipasi perubahan serta mengelola hubungan yang terus berkembang antara pemerintah dan masyarakat.

Berperan sebagai lead, ACCSM perlu melakukan terobosan dengan membangun konektivitas antar Badan Sektor lintas pilar. Konektivitas akan membantu mempermudah ACCSM dalam menempuh jalan panjang kolaborasi. Inilah yang melatarbelakangi BKN/ACCSM Indonesia mempromosikan pembangunan dan pengembangan aplikasi ARC: A-EXPECS. Berslogan Experts Creating Experts, website aplikasi ini menawarkan pelbagai fungsi pembangunan konektivitas meliputi publikasi citra profil dan portofolio kepakaran, sharing expertise, dan people to people connectivity.

Sedari awal BKN mencita-citakan suatu saat website aplikasi ini dapat diakses oleh seluruh masyarkat ASEAN, ASN dan non-ASN di seluruh sektor kerja sama ASEAN. Sulit memang, tetapi bukan tidak mungkin. Namun, berkaca pada kata bijak Lao Tzu, “the journey of a thousand miles begins with one step,” sebagai langkah awal, website aplikasi tersebut menyasar pada pembangunan konektvitas antar PNS di seluruh Asia Tenggara pada lingkup Badan Sektor ACCSM. Semoga.

Kontributor Opini: M. Anfaul Umam, S.IP. (Kasubbag Kerja Sama Luar Negeri)

0

User Rating: 0.15 ( 2 votes)
Bagikan :
Show More

Related Articles

Close